.::. Galeh Aji Wedding Organizer .::.

Paket Pernikahan Yogyakarta || Paket Pernikahan Murah Yogyakarta

Setiap perempuan ingin tampil luar biasa cantik di hari pernikahannya, terlebih dihadapan ratusan hingga ribuan tamu undangan. Biasany...

Mengenal Ritual Ngekeb, di Upacara Pernikahan Adat Bali

By 7/16/2018 , , , ,


Setiap perempuan ingin tampil luar biasa cantik di hari pernikahannya, terlebih dihadapan ratusan hingga ribuan tamu undangan. Biasanya para perempuan berlomba-lomba mempercantik diri sebelum hari pernikahan tiba. Di Bali ada sebuah adat yang unik, yakni ritual mempercantik diri yang dilakukan oleh para perempuan yang akan menikah, namanya ritual ngekeb. 

Ritual ngekeb merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh para penganut agama Hindu khususnya di Bali. Ritual ini ditujukan untuk para perempuan yang akan menikah. Ritual mempercantik diri ini dimaksudkan agar para perempuan yang akan menikah, pada saat upacara pernikahan tampak cantik luar biasa dan tampak lain dari sehari-harinya. Ritual ini dilaksanakan satu hari sebelum upacara pernikahan. 

Didalam ritual ngekeb, perempuan yang hendak menikah harus memakai ramuan khusus yang akan membuat dirinya tampil beda dari sehari-harinya.Ramuan yang dipakai untuk ritual ngekeb berupa pasta yang terbuat dari tumbukan beras, bunga kenanga, daun merak serta kunyit. Masing-masing bahan ramuan memiliki khasiat atau manfaat tersendiri. 

Beras atau lebih tepatnya air bekas memiliki kandungan squalane oil yang berkhasiat meningkatkan elastisitas kulit sehingga membuat tampak awet muda serta memutihkan kulit. Tidak heran banyak produk pelembab memakai bahan ini dalam produknya. 

Bunga kenanga bermanfaat sebagai parfum atau pewangi ramuan tersebut.sehingga yang memakai ramuan tersebut senantiasa wangi seperti bunga. Daun merak berkhasiat merawat kulit dan menghaluskan kulit. Kunyit berkhasiat sebagai pengontrol minyak berlebih dan membuat kulit menjadi kuning langsat dan menghaluskan kulit. 

Selain ramuan untuk mempercantik kulit calon mempelai perempuan, ada juga ramuan yang yang dikenakan pada mahkota perempuan yakni rambut. Calon mempelai perempuan diharuskan mencuci rambut mereka dengan merang. Merang adalah abu yang berasal dari jerami padi yang dibakar. 

Khasiat merang ini adalah membuat rambut hitam berkilau. Prosesi ritual ngekeb tidak hanya terfokus pada pemakaian ramuan saja. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan pada prosesi ritual ngekeb ini. Pertama-tama calon mempelai perempuan beserta keluarga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian upacara pernikahan berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun. 

Hal ini dilakukan dari pagi hingga sore. Pada sore hari calon mempelai perempuan luluran dengan ramuan rempah tadi. Lalu dilanjutkan dengan mencuci rambut. Setelah aktivitas luluran dan mencuci rambut dengan merang kemudian dilanjutkan dengan berjalan masuk kamar untuk menenangkan diri menjelang hari pernikahan. Dia tidak boleh keluar sampai calon mempelai laki-laki menjemputnya. 

Calon mempelai laki-laki akan menjemputnya pada keesokan harinya. Prosesi ritual ngekeb memiliki makna tersendiri yakni sebagai tanda calon mempelai perempuan siap untuk menempuh hidup baru bersama suaminya nanti dan rela meninggalkan kesenangan yang biasa dilakukan ketika masih single dan lebih fokus untuk merawat keluarga barunya nanti bersama suami. 







Sumber : Berbagai Sumber

You Might Also Like

0 komentar